7 TEMAN BERACUN MERUSAK RUMAH TANGGA

*Maafin judulnya horor*

Memiliki pasangan adalah impian siapa saja, karena menjalani hidup sendirian adalah sangat membosankan. Tapi, saat mendapatkan pasangan, kita tak hanya mendapat satu yang kita mau, kita akan mendapatkan banyak alias pasangan kita sudah sepaket dengan lingkungannya, yang berisi teman-temannya. Begitupun saat kita memiliki pasangan, jangan sampai melupakan teman. Meskipun terkadang ada beberapa tipe teman yang malah menjadi "racun" untuk menghadapi kehidupan bersama pasangan. 

Berikut 7 tipe teman yang akan menjadi "racun" dalam kehidupan berpasangan : 





1. Si Pamer
"Nih liat..mobil baru dong."
" Istri aku uda hamil. Kalian kapan dong?"
"Baru beli rumah nih, ga bosen ngontrak terus? Ga gerah sama mertua mulu?" 

Mungkin, kalau tipe begini dia ga maksud pamer ya. Tapi, kalau suasana hati lagi ga bagus, kadang suka jadi ngerasa " ko, kita ga bisa kaya dia?", ngerasa "panas", ngeluh terus, parahnya jadi maksain segala cara, nah makin parah kalau maksain bakal jadi ngerambat kesemuanya, apalagi kalau udah nyangkut paut finansial, kalau ga bijak, kalau ga mau ada yang jadi penuntun, dan penyabar untuk menghadapi tipe begitu, wah bisa kacau dunia percintaan bersama pasangan. Jadi, kalau tipe kaya dia sering datang pun, anggap aja angin hhaha, dan semua yang dia pamerin, jadi motivasi dengan pasangan, jadi no drama mengeluh atau malah maksain nyicil sampe ga kebeli beras *duh jangan*.

2. Si Curhat

"Gimana dong, aku harus kaya gimana?"
"Nih ya, aku tuh...gini ya!" 

Yang terpenting adalah jangan sampai curhat berduaan apalagi kalau lawan jenis, jangan sampai terlalu dalam masuk masalah oranglain, dan jangan sampai lupa waktu hanya untuk membicarakan masalah yang tak ada ujungnya. Tetap menjadi penyemangat untuk kawan, tanpa melupakan memberi perhatian untuk pasangan. Jangan lupa kabari pasangan, jika sedang mengobrol bersama kawan, tapi kalau lawan jenis, ajak pasangan supaya tidak terjadi hal-hal yang menimbulkan kesalah pahaman.

3.  Si Kompor!

"Ih..kalau aku jadi kamu ya..aku ga bakal kaya kamu.. Aku bakal ini..itu...kamu mau-maunya di gituin"

Sebenernya tipe satu ini ga akan datang gitu aja, kalau kita gak curhat. Gak ada yang lebih baik, curhat itu selain curhat ke pasangan sendiri. Ke orang lain juga perlu sih curhat, tapi jangan ditelen bulat-bulat, dewasalah saat mendengarkan pendapat orang lain. 

4. Si Peminjam Lupa Balikin


"Minjem dong, gope aja. Bulan depan aku balikin. Anak sakit nih!" 

Soal satu, jangan pernah ambil keputusan sendiri. Konsultasikan dengan pasangan. Jangan sampai niat menolong malah jadi kantong bolong. Tetap bijak, jika tidak ada jangan terlalu memaksakan, bisa jadi tetap memberi pinjaman, tapi tidak semuanya diberikan atau ya memang tidak sama sekali, perhatikan bahwa kamu dan pasanganmu pun memiliki kebutuhan. Apalagi kalau udah tahu "penyakit" temen yang suka lupa balikin, ya mau uang atau barang, mm pikir-pikir lagi aja, you have the right for say "No"!! 

5. Teman Dekat Tapi Lawan Jenis

" aku tuh udah ada sebelum kamu punya dia yang sekarang jadi pasangan kamu, ko kamu jadi ngejauh?"
"Kamu  ga inget ya dulu kita pernah susah bareng?"

Se label "teman"  apapun dengan berteman lawan jenis, pasangan harus tahu, jangan sampai dia kelabakan jadi cemburu, karena ketar-ketir ngeliat pasangannya ketawa ha-ha-hi dengan teman (lawan jenis) dekatnya. Jika memang harus bertemu, sepertinya tak perlu setiap hari, dan pastikan selalu ajak pasangan. Biarkan pasangan dekat dengan teman "lawan jenis" kita juga, jangan sampai dia merasa terkucilkan. Dan, akan lebih baik jika tidak menceritakan nostalgia perjuangan kamu dan teman dekatmu kepada pasangan secara sengaja, kecuali pasangan bertanya. Dan saat menceritakan teman dekat lawan jenis pun upayakan tidak memujinya berlebihan, atau seolah-olah teman dekat itu adalah yang paling spesial dalam kehidupanmu, tetaplah buat pasanganmu merasa nomor satu. Untuk kamu,  yang saat ini baru mengetahui kalau si doi ternyata memiliki teman dekat lawan jenis, berusahalah membaur, mengenal teman dekatnya, dan berkomunikasi bahwa tak perlalu dekat untuk tetap memiliki teman dekat, ngobrol sama pasangan dengan bijak soal kekhawatiran kamu, jangan sampe jadi cemburu terpendam pokoknya. 

6. Si Gosip

"Kamu tahu ga sih, dia tuh ya bla bla..bla..."
"Tadi, dia senyum-senyum loh sama istri kamu, dia kan sering banget godain istri orang" 

Orang yang sering menjelekkan orang lain, bisa jadi dia juga menjelek-jelekkanmu. Jadi jangan sampai termakan dan terhanyut dengan gosip-gosip yang beredar di sekitarmu. Cukup tahu aja, walaupun pasti gatel ingin ikut ngomen. Tak jarang, dia akan mengganggumu dengan gosip-gosipnya yang bisa menjauhkanmu dengan pasangan. So, saling percaya terhadap pasangan adalah kunci terbaik.

7. Si Negative
 
"Bro.. Yu ikut...ngebir lah sesekali"
" Yuk..jajan dikit. Biar ga bosen sama yang di rumah"
" Ganteng ya tuh cowo, kenalan yu"
" Gapapalah suami kamu juga ga peduli sama kamu, kalau ada yang mepet ya udah ladenin aja"
 

Nah, ini tingkatannya memang butuh kekuatan lebih untuk menghadapinya. Lagi-lagi soal komunikasi. Ceritakan hal ini kepada pasangan secara perlahan dan hati-hati, tentang temanmu yang membuatmu risih dengan segala ajakan negativenya. Karena, jangan sampai pasanganmu tahu sendiri, dan dia menyangka yang bukan-bukan. Menyangka semua ajakan negative temanmu itu, kamu iyakan. Nah, dan untuk tipe teman satu ini, jangan sampai membuat pasanganmu benci, tabahkan hati pasangan, yakinkan kalau kamu ga akan ngikutin temen negativemu, tetap tenangkan hati pasangan. Dan, untuk tipe teman satu ini, jangan terlalu dekat dan jangan tiba-tiba menjauh, act like nothing. Bagi, yang mengetahui saat pasangan diajak temennya macem-macem, jangan sampai kebawa emosi, apalagi sampai ngelabrak, ngamuk-ngamuk ga jelas, stay calm, percaya pada pasangan, dan banyak-banyak berdoa supaya pasanganmu tetap di jalan yang baik, dan temannya menjadi baik juga.

Curhat : Untuk poin terakhir satu ini, aku baru aja ngalamin, gimana rasanya kesel ketika tahu, ada yang ngajak mas macam-macam ke arah dunia malam, beruntung mas cerita. Ga pikir panjang, aku langsung hubungi orangnya, tapi sebelum aku marah-marah. Aku introspeksi, selama ini aku memang ga kenal sama semua teman mas, bukan yang hobi nimbrung kalau mas lagi sama temen, karena menurutku itu privacy. Mungkin, bisa jadi temen mas ngerasa bebas karena ga kenal aku * hahah siapa gue*. Akhirnya aku mikir lagi juga mau marah-marah, kayaknya ga etis. Secara pasti nanti mas jadi kecoreng juga, aku ga mau mas kecap "suami takut istri". Akhirnya karena aku kepalang tahu siapa orangnya, aku ajak dia berkomunikasi, akukenalan baik-baik, beruntung dia mau balas dan aku mencoba bagaimana menyampaikan marah aku dengan bercandaan dan membuat teman mas jujur, akhirnya percakapan kami berakhir  hangat, ada ha ha hi hi di tiap percakapannya, ya semoga saja dia ga usil lagi ajak mas macam-macam, dan aku sempet bilang kalau mau ajak mas "nakal" harus ajak aku juga, biar aku jagain mas haha. Dan, aku yakin temen mas adalah orang baik dan suka becanda *sotoy banget aku* tapi, dari cara dia berkomunikasi, dia cepet banget ngebaca arah percakapan aku haha, dia uda dewasa dan dia ngerti. Semoga dia selalu diberi perlindungan dan menjadi temen mas yang membawa mas ke arah kebajikan.


Ohya, aku inget nih ada nasehat gitu dari temenku, katanya " kita ga punya hak buat nutup mulut semua orang, kalau ada salah dari temen pasangan kamu, ngobrolnya sama pasangan aja", ini juga jadi alasan terbesar, aku ga jadi marah hahha.. 

So, memang komunikasi jadi hal paling utama untuk menghadapi apa yang ada di lingkungan kita saat ini bersama pasangan. Dan, tipe-tipe teman seperti ini ga usa benci berlebihan, karena sifat orang bisa berubah kapan saja, jadi ya bersikap biasa saja, jangan sampai mencurigakan, bersikap sewajarnya, siapa tahu dengan kita semakin bijak, dia bisa berubah dan semakin menghargai kita, ah hati manusia siapa yang tahu, tapi tetap tegas harus ada, kuncinya tegas ga pake NGEGAS.


Nah, itu dia curhat terselubung yang menjadi seolah-olah artikel ini hahaha.. 

Ada pengalaman juga? Dari ketujuh tipe ini, mana yang lebih sering ketemu. Aku udah sih semuanya hahaha *pamer*.

Thanks for reading
Be First to Post Comment !
Posting Komentar