Seledri Batang

Dua orang insan yang bernama suami istri memarkirkan motor di depan supermarket. Udara Kota Bandung saat itu sangat dingin. Mereka bertatapan sebentar lalu memastikan kartu parkir ada pada siapa, sebelum masuk ke dalam. 

“Pastiin kartu parkir jangan sampai jatuh lagi” 

“Yah cuma 10ribu doang, kamu tuh suka ribet deh jadi cewe” 

Pintu otomatis supermarket terbuka, perempuan bernama Loli mengambil troley padahal belanjanya cuma berapa biji. 

“Sayang, kamu mau masak apa sih?” Suami bernama Irfan bertanya sambil mengecek handphonenya yang ramai karena chatting grup kantor, malum, Irfan baru tiga bulan bergabung dengan salah satu e-commerce terbesar di Indonesia, jadi dia memang masih membaca apa yang terjadi di sekitarnya, salah satunya adalah update di grup kantor.


“Aku mau bikin  seledri batang mayo”

suara Loli sedikit teriak kegirangan membuyarkan konsentrasi Irfan..

“Selalu deh aneh-aneh!, artis siapa lagi yang kamu ikutin” 

"Panutan Chentylqu sayang"

"Siapa lagi?"

"Itu.Fitri Tropica, aku suka banget sama dia waktu bikin menu satu ini, kayak nikmat banget.."

“Oh oke!! “ Irfan masih sibuk melihat handphonenya sambil melihat-lihat sekitar, siapa tahu ada yang sekalian dibeli! Karena sebenarnya Irfan belum mengerti apa yang dibicarakan Loli.


“Yang, kamu malu ga punya istri kaya aku?” Loli bertanya sambil menghentikan langkahnya didepan lorong snack dan minuman. 

Irfan belum menyadari pertanyaan Loli, karena langkahnya berada di belakang Loli. Sampai akhirnya, Irfan melihat Loli berdiri di depannya, mereka hampir bertabrakan karena Irfan terus fokus pada handphonenya. 

“Kamu kenapa yang?” 

“Ihh.. kebiasaan deh! Coba fokus sama aku sebentar aja, kita kan lagi quality time sayang!” 

Irfan memasukan handphonenya ke saku. Mengajak Loli berjalan sambil berbicara. Dan membujuk Loli untuk mengulangi lagi pertanyaannya.

“Iya, tadi aku nanya..kamu malu gak punya istri aku?”

“Enggak lah!” 

“Aku kepikiran sesuatu, agak ganggu!” 

“Apa?” 

“Aku lihat orang lain yang uda rumah tangga, mereka jadi istri hebat banget, aku lihat orang-orang sering update di instagram, whatsapp,pokoknya di medsos gitu, soal cucian, tips mencuci, masak rendang, ikan bakar, pokoknya ngetreat suami dan urusan rumah tangga dengan excellent, aku berasa useless, terus pajang keromantisan gitu bareng suami setiap hari selalu ada buat suami pokonya".

Irfan menarik nafas.. dia menyangka pembicaraan Loli masih panjang, dia memutuskan untuk diam. 

“Ko diem!” Loli menarik ujung bagian bawah kemeja Irfan 

Loli memutuskan berjalan menyusuri lorong-lorong lainnya, entah memang masih ada yang di cari atau hanya untuk menenangkan pikiran. 

“Yang, kamu emang gak pernah kenal diri kamu sendiri!” Irfan menyampaikan dengan lembut namun tegas.

Loli menghentikan langkahnya seketika dan menatap Irfan dalam-dalam! 
“Maksud kamu?” 

“Ya.. kamu gak kenal diri kamu sendiri siapa, kamu ga tahu batasan diri kamu sejauh apa. Mungkin aku salah, aku terlalu bebas ngasih kamu ruang gerak, sampai akhirnya kamu lupa untuk perhatian” 

Mata Loli semakin tajam seolah dia menolak apa yang Irfan utarakan 

“Kamu kurang perhatian? “ mata Loli berkaca-kaca, merasa bersalah tapi tak ingin disalahkan.

“Bukan, ini bukan soal aku! Aku terlalu bebasin kamu buat melangkah, kamu kerja dari pagi ke hampir pagi lagi, sampai rumah pun kamu harus tetap kerja, kerjaan kamu memang bukan kerjaan tetap kaya aku,tapi beban kerja kamu lebih dari aku, sehari kamu bisa pindah tempat lebih dari 5x, kamu selalu bilang kamu gak cape, jadi kamu selalu nambah pekerjaan, kamu selalu bilang, kalau kerjaan kamu cuma review makanan dan kosmetik, foto produk, ketemu klien, harus bahagia setiap hari biar orang lain senang, seharian kamu sibuk untuk orang lain, kamu inget kan kamu pernah sampai asam lambung, kata dokter kamu stress, setiap hari kamu harus mikir bikin artikel dan video apa, kamu pikir itu gak bikin cape?  terus kamu ingin kaya ibu rumah tangga lainnya, karena kamu merasa gak guna dengan gak update status lagi nyuci, masak, dan jemur pakaian?, kamu gak usah terlalu memaksakan, kamu punya batasan, aku gak mau sampai badan kamu sendiri yang ingetin, kalau kamu butuh diem, aku gak mau kamu sakit, kamu diem sedetik aja aku khawatir, aku takut kamu kepikiran dan otak kamu jadi sakit karena kecapean. Kamu harus tahu diri kamu sendiri sayang, aku sedih banget waktu tahu ternyata aku belum bisa bantu kamu, karena awal pernikahan kita, 1 tahun yang lalu, aku belum dapat kerja, aku sedih liat kamu kerja kesana-kesini.” 

Seketika Loli terdiam, kakinya lemas , terasa beku, lalu seperti hilang, tak menapak. Namun kekuatannya untuk berbicara masih ada.

“Aku gak tahu harus gimana lagi. Semua kerja keras aku, cuma buat bikin mama seneng, sekalipun anaknya bukan seperti harapan mama, bukan jadi pegawai negeri, setidaknya aku bisa diandalkan untuk memenuhi kebutuhan mama dan ketiga adikku di kampung. Aku gak mau repotin siapapun. Semua kerjaan aku lakuin, sampai ternyata aku lupa siapa diri aku. Aku seharusnya seorang istri, istri yang seharusnya selalu ada untuk suaminya” 

Irfan mengelus rambut Loli. Dan menatapnya penuh hangat. 

“Terimakasih sayang untuk niat baiknya, tapi semua butuh waktu. Tiap pagi kamu cuma masak telor goreng dan air panas buat mandi aku aja, aku seneng banget. Kamu istri yang baik. Yang selalu berhasil menyembunyikan keluhan. Sekarang mungkin waktunya kita berjuang, aku ngerti posisi kamu bukan posisi yang mudah,  kita sama-sama berjuang, sama-sama semangat, tapi tolong jangan lupakan apa yang harus kamu perhatikan, kamu harus inget alasan kenapa Tuhan ciptakan tangan cuma dua, supaya ga rakus sayang, gak semuanya bisa kamu lakuin sekaligus, tapi bukan berarti berhenti berproses, kalau semisal nanti rencana Tuhan kamu harus jadi Ibu Rumah Tangga dari suami yang berkecukupan, yang gak cuma bahagiain kamu tapi bahagiain juga keluarga kamu tanpa kamu susah payang lagi, kamu bisa kok kaya ibu rumah tangga yang lain, tapi kayaknya ga usah di update sering-sering, nanti aku disangka orang-orang SUAMI YANG KEJAM, mempekerjakan istri haha, takut jadi judul film adzab ahh”

Loli menyeka air matanya, ada tawa di bibirnya, seketika Loli  merapikan rambutnya sambil mengalihkan pandangan terhadap barang-barang di etalase, karena ada pengunjung supermarket lain di lorong itu selain mereka berdua. 


“Ya udah ayo pulang, kenapa sih harus nangis di supermarket” Loli mengajak Irfan segera bergegas.

“Tuh kan... kamu emang masih belum tahu siapa diri kamu, belum selesai kan urusan kamu disini” 

“Urusan apa? Nangis lagi? Curhat lagi? Masa iya disini!” Loli mendorong troleynya yang masih kosong.

“ seledri batang dan mayo, kan tadi kesini mau beli itu, hahaha”


Loli pun tertawa dan mencubit pipi Irfan, mereka ke lorong sayuran. Loli memilih-milih Seledri Batang yang akan dia masak malam nanti. Dan seperti biasa, enak gak enak Irfan adalah orang pertama yang harus mencoba. 




source





Nb : Rasa dari Seledri Batang ini unik guys, aku uda coba, seledri batangnya bisa dimakan langsung, tapi cuci bersih dulu ya batangnya, campur mayonnaise, jadi deh...makasih Fitri Tropica sudah menginspirasi hihi

Be First to Post Comment !
Posting Komentar