PRELOVED BARANG HASIL REVIEW - BOLEH KAN?







designed by CANVA


Halo sobat tulis onlen dimanapun berada, di tulisan kali ini aku mau cerita pengalaman aku selama jadi "reviewer". Setiap dapat kesempatan review, aku mendapatkan barang secara FREE alias GRATIS. Seneng banget kan? seneng sih walaupun PR banget ngerjainnya, butuh perjuangan, apalagi kalau ngantuk. alhasil ketiduran, dan kerjaan reviewnya batal, sampe mepet-mepet malah hihi hampir deadline

Satu persatu barang review hadir di tengah-tengah kamarku yang mungil minil, otomatis selama satu tahu, mengabdi sebagai reviewer sejati, ada puluhan barang hadir, dan gak semuanya dipake, bisa jadi karena sudah punya sebelumnya, atau karena gak cocok, meskipun produk yang didapat itu bagus-bagus semua. Tapi, apa daya kondisi hasil pemakaian tiap orang berbeda-beda, atau bisa jadi juga malas pakainya, semisal nih aku selalu kelewat pake night cream, alhasil night cream banyak yang gak kepake setelah direview. 

NAH, LALU BAGAIMANA BIAR BARANGNYA GAK NUMPUK DI KAMAR? BOLEH KAH AKU JUAL?


Ini menjadi pertanyaan aku waktu liat barang-barang numpuk, terus aku diskusi sama temenku, kata temenku YA SILAHKAN, ITU KAN UDAH JADI MILIK KAMU, TAPI KALAU KAMU JUAL DAN BRANDNYA TAHU, APAKAH ITU BALASAN YANG BAIK?

Aku agak hening juga sih waktu temenku bilang gitu. Iya ya, kalau semisal nih kita kasih barang ke temen, terus sama temen kita di jual, dan kita tahu, pasti ada rasa " KOK KENAPA YA BARANGKU DIJUAL, KO DIA GITU SIH?" nah bayangin kalau itu yang dirasain sama BRAND, ya padahal gak akan mungkin juga, kecil kemungkinannya, BRAND-BRAND tahu aktifitas kita. 

Nah, jadi gimana NOVITA? aku akhirnya punya cara, supaya barang gak numpuk tapi bermanfaat, yaitu dengan cara OPEN ADOPSI. Bukan dijual ya gais, jadi orang yang mau sama koleksi barang-barang review aku, aku gak update di medsos barangnya apa, melainkan chat personal.

"ADA YANG MAU ADOPSI SKINCARE DAN MAKE UP - FREE! BAYAR ONGKIR AJA, CHAT AKU YA"

Nah, biasanya aku lakuin itu, nanti kalau ada yang nanya barangnya apa, baru aku kasih tahu. Dan, aku seneng ternyata banyak yang minat. Aku ngerasa lebih senang dengan cara seperti itu. 

Tapi, buat temen-temen yang ada di jalur PRELOVED, itu gak salah kok, silahkan aja, lumayan juga kan nambah-nambah jajan, cuma mungkin dijualnya dengan cara cantik, semisal 3 bulan setelah hasil review kelar, nunggu dulu hasil review kita oke apa engga, jangan sampai waktu brand bilang nyuruh ngulang kontennya, barangnya udah gak ada karena di jual, terus juga sebisa mungkin jualnya jangan pake nama sendiri gitu ya, biar gak ketahuan banget kalau jualan barang-barang hasil review? atau ada saran lain  untuk PRELOVED? 

Sekian, curhatan kali ini gais, aku menerima dengan senang hati, untuk open diskusi. Disini aku gak ngerasa bener, aku cuma berbagi pengalaman. Terimakasih. Semangat ngonten selalu ya gais. 


1 komentar on "PRELOVED BARANG HASIL REVIEW - BOLEH KAN? "
  1. Aku sih boro2 mau preloved, udah keburu dipalak sama kaka, emak dan sodara2 😂😂😂😂😌

    BalasHapus